Panduan Membuat Blog


Mungkin ada diantara anda-anda yang belum tahu tentang blog dan bertanya-tanya tentang blog, maka saya akan mengulas sedikit tentang blog menurut versi saya sendiri.

1. Apa itu Blog ?

Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, yaitu lebih berat kepada penggambaran dari si pembuat blog itu sendiri.

Blog dibuat oleh para desainer penyedia blog agar bekerja secara otomatis dan mudah untuk dioperasikan , jadi bagi kita-kita yang masih bingung dengan bahasa pemrograman untuk membuat sebuah website tidak jadi persoalan. Apabila anda sudah bisa membuat sebuah account email di internet, maka dalam membuat blog pun saya yakin anda bisa.

2. Cara membuat blog

Seperti halnya e-mail, dalam membuat blog pun kita harus mempunyai sebuah account terlebih dahulu, oleh karena itu silahkan daftarkan diri anda terlebih dahulu di free blog provider (penyedia hosting/domain blog gratis). Free blog provider sangatlah banyak terdapat di internet dan beberapa yang populer saat ini adalah http://www.blogger.com, http://www.wordpress.com serta http://blogsome.com.

Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang cara pembuatan blog di http://www.blogger.com, Silahkan anda klik gambar dibawah untuk mendaftar.










ciptakan blog sekarang juga



Setelah anda berada pada situs blogger.com, anda akan melihat gambar seperti gambar di atas. Silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini :

1. Klik tanda anak panah yang bertuliskan " CIPTAKAN BLOG ANDA "


2. Isilah Alamat Email dengan alamat email anda (tentunya yang valid)


3. Isikan kembali alamat email anda tadi pada form Ketik ulang alamat email


4. Tuliskan password yang anda inginkan pada form Masukkan sebuah password


5. Isikan kembali password anda tadi pada form Keyik ulang sandi (password)


6. Isi Nama Tampilan dengan nama yang ingin anda tampilkan


7. Tulis tulisan yang tertera pada form Verifikasi Kata. Beri tanda tik/cek pada kotak di pinggir tulisan Saya menerima Persyaratan dan Layanan.


8. Klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"


9. Tuliskan judul blog yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi) pada form Judul Blog


10. Tulis nama situs anda pada form Alamat Blog (URL)


11. Tulislah tulisan verifikasi yang ditampilkan pada form Verifikasi kata, jika sudah selesai klik gambar panah yang bertuliskan "LANJUTKAN".


12. Pilihlah gambar (template) yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi), kemudian klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"


13. Setelah keluar tulisan "Blog Anda telah di iptakan". Klik gambar panah bertuliskan "MULAI POSTING". Silahkan anda tuliskan semau anda, jika sudah selesai klik tombol "MEMPUBLISKAN POSTING".



3. Isi ( Content ) blog :

Bagi para pemula, biasanya mereka bingung setelah daftar membuat blog apa yang harus di isi( diposting ) dalam sebuah blog. Isi ( content ) dari sebuah blog tentu saja terserah kepadasi pemilik blog itu sendiri, apakah mau di isi puisi, perjalan hidup, teknik, ataupun apa saja. Nah di sini saya menyarankan, isilah blog anda tersebut dengan minat ataupun hoby serta keahlian anda sendiri, karena tentu saja di luar sana banyak sekali orang yang tentunya sama minat dan hoby nya dengan anda, sehingga mereka akan tertarik untuk membaca tulisan-tulisan anda.

(bersambung)

yahoo

masalah hardware

Mengatasi Komputer Bermasalah
PC tidak beraksi sama sekali, Harddisk tidak terdeteksi, drive optik yang terasa lambat,
monitor yang tidak optimal tampilannya, atau router yang terlalu sering hang.
Solusi : Sesekali hal ini dapat saja terjadi. Tiba-tiba PC berulah,dan tidak dapat
terselesaikan dengan mudah. Meskipun Anda sudah membaca berbagai panduan trouble
shooting pada manual yang tersedia. Dan hal ini bisa juga terjadi pada Anda.
Tidak memandang situasi dan kondisi, sebuah sistem dapat berulah. Bisa saja sesaat
setelah Anda melakukan update driver. Ataupun setelah melakukan penambahan
perangkat tambahan pada sistem Anda. Ataupun terjadi secara tiba -tiba, tanpa peringatan
ataupun pemberitahuan sebelumnya.
Dan ulasan kali ini akan membahas hal -hal tersebut di atas. Usah gelisah dan tidak perlu
panik menghadapinya.
Duduk tenang, dan ikuti saja pembahasan kali ini. Semoga salah satu di antaranya adalah
jawaban dari masalah yang Anda hadapi dengan PC kesayangan Anda.
Terbaru, Tidak Berarti Bebas Bug
Tidak selamanya teknologi terbaru memberikan yang terbaik untuk penggunanya.
Bahkan beberapa kali kami menyaksikan sendiri, produk yang mengusung teknologi
terbaru, pada batch awal juga disertai dengan perbagai masalah yang cukup
memusingkan.
Sebagai contoh, motherboard dengan chipset terbaru. Inilah beberapa kasus yang sering
dirasakan para anggota lab PC Media. Perlu diadakan beberapa riset skala kecil, untuk
dapat menjalankan serangkaian tes dengan sempurna. Mulai dari sesekali mencari update
BIOS, update driver ataupun sekadar manual ter -update dari produk yang bersangkutan.
Contoh lain adalah untuk pengujian video card. Dengan makin tajamnya persaingan ATi
Radeon dan nVidia, membuat berbagai produk dengan chipset terbaru, terus berdatangan
ke lab kami. Yang akhirnya memerlukan solusi patch software pengujian. Untuk dapat
menjalankannya.
Lalu, bagaimana dengan yang terjadi di dalam dunia nyata? Pada penggunaan sehari -hari
Anda dengan PC
Langkah Pembukaan
Seperti pada catur, langkah pertama akan sangat menentukan. Begitu juga dalam
memecahkan masalah yang terjadi dengan PC Anda.
Pada sub bahasan ini, akan berisi tentang langkah terpenting dalam mencoba
menyelesaikan masalah dengan PC Anda. Yang terpenting adalah mencoba mengetahui,
apa yang menyebabkan PC Anda berula h. Perubahan terakhir apa yang terjadi pada PC?
Hal ini sangat penting untuk diketahui secara pasti. Mengingat, hal ini akan sangat
memudahkan penyelesaian yang harus dilakukan. Disesuaikan dengan kemungkinan
masalah yang terjadi. Dari sini, memungkinkan u ntuk mempersempit kemungkinan
masalah yang terjadi dengan PC Anda.
1. PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.
Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC
tidak menunjukkan tanda_tanda kehidupan.
Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus
diperiksa satu per satu secara bertahap.
Langkah 1 : Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply
unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai dari m emastikan switch
PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power
supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam
posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan baik.
Langkah 2 : kemungkinan PC Anda, Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan
komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan -
nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan
karena konektor yang tidak terhubun g dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang
dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini.
Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.
Langkah 3: Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud adalah
CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab
katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika
motherboard rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada
PCB dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.
2. Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.
Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan tanda -tanda kehidupan
lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap.
Solusi: 1. Untuk masalah ini,sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS.
Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST
berupa kombinasi bunyi beep yang pas ti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau
pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada
motherboard.
Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven
segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti
dari kode tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual,
sekali lagi tidak perlu panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central
(http://www.bioscentral.com).
Harddisk
Menyimpan berbagai dokumen, lagu -lagu kesayangan format MP3, instalasi game 3D
(yang ukurannya hingga satuan gigabyte), beberapa, bahkan mengumpulkan video
download berformat DivX, atau master video digital hasil transfer dari handycam.
Tidaklah aneh jika harddisk dengan cepat penuh. Menambah harddisk pun, ternyata tidak
terlepas dari beberapa masalah yang mungkin saja timbul.
3. Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.
Permasalahan: Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows
maupun BIOS sekalipun.
Solusi: Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk
bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa
langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk.
Langkah 1 : Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele
seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan
casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak
mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah
konektor daya dari PSU.
Langkah 2 : Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan.
Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan
menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda.
Langkah 3 : Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan
pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda
khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai
master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara
paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung
diperuntukkan sebagai master. Sedangkan ko nektor di tengah, akan dianggap sebagai
slave.
Langkah 4 : Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif
jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya
terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sin i juga terdapat pilihan untuk setting
controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin
menambahkan harddisk baru ber -interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan
Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya d isertakan oleh
produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang
digunakannya.
4. Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.
Permasalahan: BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan
Windows, bahkan DOS.
Solusi: Ini bukan permasalahan besar. Yang perlu dilakukan adalah membuat partisi, dan
kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena harddisk yang baru tersebut belum
terformat dalam sebuah file system yang dapat dikenali Windows ataupun DOS. Ada
beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut.
Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menginginkan menginstalasi harddisk baru tersebut
dengan operating system Windows 9x, maka diperlukan sedikit pengetahuan dasar
tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini, kami sangat menyarankan untuk
memanfaatkan perintah yang satu ini dengan didampingi rekan Anda yang sudah
berpengalaman.
Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP ataupun
beberapa distro Linux terbaru sekarang ini, Anda tidak usah pusing lagi berhadapan
dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan pilihan pada saat proses instalasinya.
Tinggal mengikuti langkah dan pilihan yang diberikan. Setidaknya akan lebih mudah
dibandingkan menggunakan perintah FDISK untuk ke banyakan orang.
Kemungkinan 3 : Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai harddisk
tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah. Misalnya selama ini Anda
sudah menggunakan operating system Windows XP. Dengan mengguna kan user yang
memiliki administrator rights Anda dapat melakukan hal berikut ini.
Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada
My Computer, pilih Manage.
Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk Management. Dar i sini
Anda dapat melihat dan mengatur harddisk baru Anda dengan lebih mudah.
Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia pada Disk
Management. Jangan sampai salah memilih harddisk. Karena data yang di dalam
harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat menggunakan FDISK ataupun
fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating system.
5. Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.
Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi Windows.
Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dijalankan semua.
Solusi: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka produk massal
harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan harga yang terbilang
terjangkau. Inti masalah ada pada penggunaan metoda LBA (Logical Block Addressing)
yang digunakan. Permasalahan untuk hal di atas, biasanya disebabkan karena harddisk
berukuran di atas 137 GB, menggunakan metoda LBA 48 bit.
Untuk itu, yang pertama perlu dilakukan adalah memastikan apakah BIOS yang
digunakan, sudah mendukung LBA 48 bit. Sebagai contoh di sini adalah dengan
menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel Application Accelerator
(http://support.intel.com/support/chipsets/iaa/sb/CS -009302.htm). Cukup dengan
menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.
Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS. Perhatikan readme
yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang akan digunakan, dapat
menyelesaikan masalah kompatibilitas harddisk LBA 48 bit.
Drive Optik
Perangkat yang satu ini mungkin sudah lama dijadikan andalan untuk urusan storage.
Berikut mungkin beberapa masalah yang dapat terjadi.
6. Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru.
Permasalahan: Misalnya, Anda terpaksa mengucapkan selamat ting gal pada CDRW drive
lama. Dan menggantinya dengan sebuah drive burner baru. Namun Anda baru menyadari,
bahwa software burner Nero andalan, tidak dapat digunakan dengan drive baru. Mengapa
demikian?
Solusi: Pada awal masa jaya CD-RW drive, kebanyakan paket penjualan disertai dengan
software burner. Namun, sekarang juga banyak beredar drive optik yang tidak disertai
dengan software burner.
Perlu diketahui, lisensi yang diberikan OEM untuk paket penjualan. Dan dikhususkan
untuk produk yang dibundle. Dan Nero m emiliki proteksi, sehingga hanya dapat
dimanfaatkan khusus untuk drive tersebut. Untuk terus memanfaatkannya dengan drive
burner baru, cara yang paling minim biaya adalah dengan meng -upgradenya. enggunakan
Nero 6 Reloaded Upgrade Downloadable Serial Number (www.nero.com, seharga
US$39,99). Ini lebih murah dibanding versi lengkapnya.
7. Kecepatan Write Tidak Secepat yang Dijanjikan.
Permasalahan: Spesifikasi memang tidak menjanjikan 100% sesuai dengan kenyataan
yang ada. Namun jika diperlukan waktu write hi ngga dua kali ataupun lebih waktu yang
dijanjikan, tentu ada sesuatu yang salah. Apa penyebabnya?
Solusi: Ini mungkin tidak akan begitu banyak terasa, bahkan untuk CD -RW drive yang
tercepat sekalipun. Namun, jika sudah beralih ke DVD burner drive, perbedaa nnya akan
sangat terasa. Bisa-bisa dibutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikan menulis
data pada media DVD berkapasitas 4,7 GB.
Yang perlu dipastikan adalah, baik harddisk ataupun drive optik yang digunakan, sudah
bekerja pada mode Ultra DMA (Dir ect Memory Access).
Cara mengeceknya, pada Windows XP dengan memperhatikan Device Manager. Buka
pada tree IDE controller. Dan lihat pada tab Advanced Setting. Perhatikan pada bagian
Current Transfer Mode. Periksa pada masing -masing IDE controller di mana h arddisk
maupun drive optic terpasang.
VGA dan Display
Keduanya memang diperuntukkan untuk memanjakan mata penggunanya. Dengan VGA
yang lebih bertenaga, Anda akan mendapatkan frame rate yang lebih baik. Sedangkan
dengan display yang lebih baik, Anda akan me ndapatkan resolusi dan refresh rate yang
tidak melelahkan mata. Namun, bukan berarti keduanya bebas dari masalah.
8. Driver Video Card Tidak Terinstalasi dengan Sempurna.
Permasalahan: Kelihatannya proses instalasi driver berjalan sempurna. Namun setelah
sistem restart, ada peringatan box error: â €oecli.exe Application Error. The application
failed to initialize properly (0xc0000135). Click OK to terminate the application.â €
Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?
Solusi: Beberapa pengguna video c ard dengan chipset VPU ATi Radeon pernah
merasakannya. Apalagi jika pernah mengupdate driver dan aplikasi pendukungnya
dengan menggunakan ATi Catalyst. Sebagai informasi, ATi Catalyst yang ditujukan
khusus untuk operating system Windows ini, dibuat dengan menggunakan Microsoft
.NET Framework SDK.Operating system perlu ditambahkan dengan instalasi Microsoft
.NET Framework. Yang sekarang sudah tersedia adalah untuk versi 1.1. Ini akan berguna
sekiranya Anda juga akan menginstal aplikasi yang dibuat dengan mem anfaatkan
Microsoft .NET Framework SDK. Untuk mengatasi semua masalah, yang menyebabkan
munculnya window pop up serupa.
9. Menghindari Pesan Kesalahan Saat Instalasi Update Driver VGA.
Permasalahan: Bagaimana sebaiknya melakukan update driver VGA. Karena pada
beberapa kasus, sering terjadi muncul pesan kesalahan.
Solusi: Memang tidak ada perintah khusus yang disertakan pada file instaler update
driver VGA, yang menyarankan untuk melakukan uninstall dari driver lama yang
sebelumnya ter-install. Namun, ada baiknya Anda melakukan pembersihan operating
system Anda dari driver lama yang pernah ada. Sebelum menginstalasinya dengan update
terbaru yang diinginkan.Untuk para pengguna VGA dengan chipset ATi Radeon, Anda
dapat dengan mudah melakukan proses uninstall d river lama, beserta beberapa aplikasi
pendukungnya. Karena ATI juga sudah menyertakan ATi CATALYST Uninstaller, yang
otomatis disertakan saat proses instalasi driver ATI CATALYST.
Untuk yang lain, perlu trik tersendiri. Cukup banyak alternatif untuk member sihkan
driver-driver lama. Anda dapat memanfaatkan Driver Cleaner, yang sekarang sudah
tersedia Driver Cleaner 3.3, atau variannya Professional Edition (www.drivercleaner.net).
10. Memperbaiki Tampilan pada Monitor.
Permasalahan: Anda sudah memilih monito r terbaik. Katakanlah sebuah Monitor TFT -
LCD, atau â€oesekadar†monitor CRT merk terkemuka, yang sering memenangkan
review hardware. Namun tampilan yang dihasilkan tidak memuaskan. Apa yang harus
dilakukan?
Solusi: Sehebat apapun setiap perangkat, tidak a kan optimal tanpa konfigurasi yang
optimal. Begitu juga untuk monitor.
Kebanyakan monitor LCD memiliki tombol khusus AUTO (atau sejenis), untuk
konfigurasi secara otomatis. Sesuai dengan data yang dikomunikasikan antara monitor
dengan video card dengan DDC. Namun kadang tidak sempurna. Kebanyakan gangguan
moire masih terasa. Anda dapat menggunakan Monitor Test, dan mencoba
mengalibrasikan hingga gangguan moire minim.
Untuk monitor CRT, kebanyakan pada masalah tingkat contrast dan brightness. Contrast
akan mengatur kekuatan cahaya monitor. Tapi jika berlebihan akan melelahkan mata.
Brightness akan memperterang. Namun jika terlalu tinggi, akan kehilangan black level.
Dan pada beberapa kasus juga akan mengganggu tampilan fokus monitor.
Networking
Koneksi Internet DSL memang menawarkan kecepatan yang terbilang memuaskan.
Harga penawaran paketnya beragam, dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun,
masalah pun juga tidak terlepas darinya. Dan bukan hal yang mudah untuk membuat
sebuah Internet connection yang bebas dari masalah.
11. Router Hang, dan Perlu Di restart.
Permasalahan: Awalnya, saat instalasi router, hal ini tidak pernah terjadi. Namun
belakangan ini, sering kali router hang dan perlu di -restart untuk mendapat koneksi
Internet pada PC yang terhubung denga n router.
Solusi: Bahkan dengan konfigurasi terbaik sekalipun, router tetap saja bisa mengalami
hang. Biasanya hal ini disebabkan terlalu banyak permintaan koneksi pada waktu yang
bersamaan. Dan selama ini, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan rest art router
(mematikannya dan kemudian menghidupkannya kembali).
Langkah 1: Sekiranya produsen router telah menyediakan update firmware, Anda bisa
mencobanya untuk mengupdate firmware untuk memperbaiki proses routing dan
mencegah crash pada router.
Langkah 2: Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Hal semacam ini juga bisa
disebabkan karena virus, juga spyware yang menyerang PC. Jalankan antivirus dan
antispyware yang telah ter-update, untuk mengecek masing-masing PC.
Langkah 3: Perhatikan aplikasi yang t erinstal pada tiap PC client router tersebut.
Terutama beberapa aplikasi file sharing Peer to Peer (P2P). Aplikasi semacam ini juga
dapat menyebabkan hal tersebut. Jika tidak dikonfigurasikan dengan baik, software P2P
bisa saja membuka sharring permission -nya, sehingga jika request terlalu banyak
otomatis akan membebani kerja router Anda.
12. Koneksi dengan Wi-Fi Kadang Terputus.
Permasalahan: Koneksi network dengan menggunakan Wi -Fi, sesekali terputus secara
tiba-tiba. Tanpa sebab yang jelas. Hal ini sese kali terjadi pada notebook Centrino yang
sudah dilengkapi dengan koneksi Wi -Fi.
Solusi: Biasanya ini disebabkan karena power saving mode. Notebook Centrino secara
default membuat fungsi ini enable dengan maksud untuk menghemat konsumsi baterai.
Cara paling mudah adalah dengan menggunakan aplikasi Intel PROSet (jika tersedia).
Atau melalui properties pada device WI -Fi ethernet, pada Network Connections.
Kemudian pilih Configure. Pada tab Adcanced, terdapat setting untuk mengoptimalkan
konsumsi daya. Ad Hoc Transmit Power, berpengaruh dengan jarak jangkau. Sedangkan
Power Management, akan menyesuaikan dengan kondisi baterai, dan waktu idle
notebook. Dan secara otomatis akan menurunkan konsumsi listrik dari baterai.Hal ini,
yang kemungkinan menyebabkan koneksi Wi-Fi terputus.
Jadi ada dua alternatif yang dapat dilakukan :
Pilihan 1: Setting posisi maksimal untuk kedua fungsi ini. Apalagi jika Anda tidak
khawatir dengan kapasitas baterai yang tersisa. Karena tersedia tombol shortcut untuk
langsung mematikan fungsi Wi-Fi di kebanyakan notebook Centrino.
Pilihan 2: Sesuaikan dengan gaya penggunaan notebook Anda. Pelajari waktu idle
penggunaan notebook. Dan mencobanya sesuai dengan kebiasaan penggunaan sehari -
hari. Tentunya Anda tidak ingin koneksi Wi -Fi Anda tiba-tiba terputus karena waktu idle
5 menit telah terlewati. Padahal Anda hanya meninggalkan notebook Anda, untuk
sekadar ke WC ataupun membuat secangkir kopi hangat.
Cara Mengoptimalkan Bios Pada PC
Secara sederhana, sebetulnya hanya ada dua pilihan pada BIOS. Membuat sistem yang
tercepat atau mau mengutamakan kestabilan. Kenali fungsi -fungsinya, maka Anda akan
mendapatkan sebuah sistem yang optimal, hasil kompromi keduanya. Seiring
dikarenakan perkembangan komponen PC, sedikit banyak BIOS juga mengalami
beberapa perubahan. Terutama hal ini terjadi dikarenakan terus berkembangnya beberapa
komponen pendukung utama pada PC.
CPU (central processor unit) tentu saja memegang peranan penting, dalam hal ini.
Penggunaan CPU berteknologi 64 -bit tentunya membutuhkan sebuah fungsi khusus.
Demikian juga PCI Express sebagai pengganti slot AGP, dan DDR2 yang menawarkan
bandwidth memory yang lebih besar dibanding DDR. Di Persimpangan Jalan Sebetulnya,
tidak ada setting-an BIOS yang terbaik. Namun kami mencoba memberikan penjelasan,
agar Anda dapat membuat set ting-an optimal dengan BIOS Anda. Dengan setting BIOS,
Anda akan dihadapkan antara dua pilihan. Di sini dimungkinkan untuk lebih memacu
komponen-komponen pada PC. Tentu saja dengan sebuah harga yang harus dibayar.
Tanpa komponen yang berkualitas juga pendi nginan komponen yang memadai, maka
Anda hanya akan mendapatkan sebuah sistem yang tidak stabil. Pilihan Load Fail -Safe
Default ataupun yang sejenis, akan memberikan kestabilan terbaik. Sayangnya, pilihan
ini tidak mengeluarkan seluruh kemampuan dari yang d imiliki sistem Anda. Diharapkan,
setelah membaca ulasan kali ini, Anda dapat lebih meningkatkan kemampuan PC Anda.
Melalui setting ulang BIOS. Sesuatu yang mungkin sebagian orang masih takut untuk
melakukannya. Dan sebagian lagi masih merasa bingung dengan fungsi-fungsi di
dalamnya. Hal ini kami anggap wajar. Mengingat, tidak semua produsen motherboard
menyertakan manual yang lengkap dan informatif. Khususnya untuk setting BIOS ini.
Artikel ini lebih banyak berisi penjelasan menu -menu “baru” yang tersedia u ntuk BIOS
sekarang. Panduan, Bukan Buku Manual Tentunya, panduan yang akan termuat pada
artikel kali ini masih jauh dari lengkap. Jika lengkap, tentunya bisa Anda bayangkan,
akan berapa halaman yang akan membahas BIOS pada artikel ini. Namun setidaknya,
fungsi-fungsi inilah yang kami anggap paling Anda butuhkan untuk diketahui lebih
lanjut. Juga pada beberapa bagian, kami menyertakan url rujukan, tempat Anda dapat
mencari informasi lebih lanjut ataupun untuk men -download aplikasi pendukung.
Istilah Fungsi yang Berlainan BIOS (Basic Input and Output System) sebenarnya adalah
sebuah firmware yang tersimpan pada sebuah EEPROM (Electrically Erasable
Programmable Read-Only Memory). Ini yang menyebabkan BIOS memiliki beberapa
perbedaan, antara satu sistem dengan s istem yang lain. Namun perbedaan antar -BIOS
sebetulnya hanya pada susunan menu dan istilah yang digunakan. Selebihnya sebagian
besar memiliki kesamaan pada fungsi yang diusung. Pada artikel ini, kami memberikan
contoh kebanyakan dari Phoenix -Award. Karena belakangan ini, BIOS Phoenix-Award
inilah yang paling sering kami temui pada kebanyakan motherboard terbaru. Kami juga
berusaha untuk memberikan ekuivalensi nama fitur pada kebanyakan BIOS. Namun
tentunya, Anda juga sudah dapat mengira -ngira fungsi apa yang sama pada BIOS Anda.
Modding BIOS Tidak hanya PC case yang bisa menjadi sasaran modding. Modding
BIOS pun dapat dilakukan. Yang perlu Anda lakukan adalah sebuah aplikasi yang tepat.
Beberapa produsen motherboard juga menyertakan aplikasi untuk melakukan modding
BIOS. Namun, kebanyakan hanya menyediakan fasilitas sederhana.
Seperti mengganti layar saat boot. Lebih dari itu, biasanya para produsen tidak
menyediakannya. Dan kali ini, kami akan memberikan beberapa panduan bagi Anda yang
tertarik untuk melakukannya. Pada bagian tersebut akan membahas mulai dari yang
paling sederhana. Seperti mengganti welcome boot screen dari BIOS. Sampai beberapa
aplikasi unik yang mampu memberikan keleluasaan untuk mengedit BIOS. Seperti
Award BIOS Editor, yang mampu mengedit menu-menu yang akan tampil pada BIOS.
Ingat, aplikasi ini hanya terbatas membuka fungsi yang tersembunyi pada menu BIOS.
Bukan membuat ulang program BIOS untuk menjalankan fungsi tertentu. Ini juga
berguna sekiranya Anda sudah bosan menunggu -nunggu update BIOS yang disediakan
dari produsen motherboard Anda. Ataupun untuk produk yang sudah discontinue, atau
malah sang produsen tidak menyediakan sama sekali perihal update BIOS ini. Processor
& CPU Frequency Terdapat beberapa varian nama untuk fungsi yang sat u ini. Anda dapat
menemukan fungsi ini dengan menu bernama Adjust CPU FSB frequency, atau CPU host
clock. Dapat ditemukan dalam menu Advanced Chipset Feature. Atau beberapa menu
khusus untuk overclocking, seperti Jumperfree Configuration, uGuru, Cell menu, dan
seterusnya. Secara default, setting yang sering digunakan adalah pada mode Standard,
Default, atau Auto. CPU Frequency = ? CPU Frequency didapatkan dari hasil perkalian
antara clock dan multiplier.
Clock pada beberapa BIOS disebut dengan external cloc k. Sedangkan multiplier factor
adalah faktor pengali. Namun dengan perkembangan penamaan processor belakangan ini,
membuat hal ini tidak sesederhana dulu, waktu penamaan processor menggunakan
frequency kerjanya. Jadi, ada baiknya Anda masih memiliki data a cuan untuk setting
processor yang Anda gunakan. Atau dapat juga mencarinya pada situs resmi para
pembuat processor. Setidaknya ini akan menghindarkan kesalahan pada setting.
Mengandalkan Nilai Setting Auto Mengoptimalkan sebetulnya cukup sederhana.
Menggunakan setting auto pada kebanyakan kasus memang yang terbaik. Kecuali karena
satu dan lain hal, ada kesalahan saat pembacaan processor secara otomatis. Jika hal ini
yang terjadi pada kasus Anda, maka samakan setting BIOS dengan spesifikasi processor
yang digunakan. Pastikan nilai clock, multiplier, dan terkahir CPU frequency sesuai
dengan spesifikasi processor yang digunakan. Saran kami, selama tidak ada masalah,
setting auto sangatlah disarankan. Beberapa produsen motherboard, menyesuaikan setting
CPU frequency sesuai dengan beban kerja PC.
Beberapa juga menyediakan preset profile, dengan beberapa tingkatan. Selama tidak ada
masalah kestabilan, hal ini dapat terus dilakukan. Catatan: kesalahan setting CPU
frequency memiliki konsekuensi kerusakan dan ketidaks tabilan sistem. Kerusakan dapat
terjadi baik pada CPU, maupun motheboard. Pastikan, setting sesuai dengan spesifikasi.
RAM: DRAM Timing Selectable Berikut adalah cara mengoptimalkan setting timming
modul RAM yang terpasang pada sistem. SPD (Serial Presence Detect) akan membaca
informasi yang terdapat pada EEPROM (Electrically Eraseable Programmable Read Only
Memory), antara lain memory type, size, speed, voltage interfaces, dan module bank.
Secara default, kebanyakan motherboard akan memiliki nilai pada set ting BIOS dengan
Auto, atau By SPD. Keduanya samasama mengacu pada SPD modul yang terpasang. Hal
yang Harus Diperhatikan Untuk mengoptimalkannya sebetulnya cukup sederhana. Hanya
diperlukan empat hal yang perlu diperhatikan. CAS Latency Time: mendefinisika n
latency yang terjadi antara proses pembacaan DRAM sampai dengan waktu tersedianya
data tersebut. Act to Precharge Delay: mendefinisikan waktu yang dibutuhkan (dalam
satuan DRAM clock) yang akan digunakan sebagai parameter DRAM. DRAM RAS to
CAS Delay: waktu DRAM antara saat memungkinkan memberikan active command,
dengan waktu proses read/write. DRAM RAS Precharge: waktu idle yang dibutuhkan
untuk perintah precharge. Kenali RAM Anda Sesuaikan dengan kemampuan modul
DRAM yang terpasang. Jika sistem Anda terp asang beberapa DRAM dengan
kemampuan beragam, pilih modul DRAM dengan kemampuan terendah sebagai acuan
untuk setting timming DRAM.
Untuk mengetahui informasi mengenai modul RAM yang terpasang, bisa menggunakan
beberapa utility system info yang dapat menjab arkan spesifikasi detail DRAM. Jika ingin
melakukan overclock pada RAM, sesuaikan dengan spesifikasinya. Karena setting RAM
paling berpengaruh dengan kestabilan sistem. Selama tidak ada masalah, setting By SPD
sangatlah disarankan. Selama tidak ada masalah kestabilan, hal ini dapat terus dilakukan.
Jika Anda memiliki cukup waktu untuk berksperimen ataupun memiliki informasi yang
lebih baik mengenai modul memory yang terpasang, mencoba setting timming yang lebih
agresif dapat meningkatkan kinerja PC. Process or: AMD Configuration Untuk
pembahasan ini, menurut kami adalah yang paling menarik. Di mana perkembangan
penambahan menu BIOS paling dirasakan. Berikut adalah pembahasan fungsi -fungsi
khusus, yang hanya tersedia pada BIOS untuk motherboard dengan platform processor
AMD. Lebih khususnya lagi, yaitu untuk jajaran Athlon 64 (dan beberapa model
Sempron). Perlu diperhatikan adalah keragaman chipset yang digunakan. Ini akan sedikit
banyak memberikan perbedaan baik pada nama fungsi maupun fasilitas yang tersedia.
HyperTransport Penjelasan singkat mengenai teknologi HyperTransport adalah sebagai
berikut. Adalah penerapan interface high speed hubungan point -topoint, menghilangkan
masalah I/O bottleneck. Cara yang digunakan AMD antara lain dengan memindahkan
memory controller, terintegrasi dengan processor. Ini akan menghasilkan tingkat latency
yang lebih rendah. Dan memungkinkan penyederhanaan desain routing motherboard
secara keseluruhan. HyperTransport atau dahulu dikenal dengan istilah Lightning Data
Transport (LDT) biasanya disesuaikan dengan faktor pengali bus processor. Jika
processor AMD Anda terbaca dengan sempurna, Anda dapat mebiarkannya pada nilai
auto. Jika tidak, sebaiknya samakan dengan nilai faktor pengali processor.
AMD Cool‘n’Quiet Seiring pertambahan kemampuan kinerja processor, sekaligus
menambah pasokan daya yang dibutuhkan, panas yang dihasilkan, juga tingkat
kebisingan yang meningkat dari fan untuk mendinginkan processor, solusi AMD
Cool‘n’Quiet dimaksudkan untuk mengeliminasi hal tersebut. Fungsi ini dapat ditemukan
pada tempat yang beragam. Kebanyakan produsen motherboard, meletakkan fungsi ini
pada menu khusus yang disediakan oleh produsen motherboard. Catatan: Fungsi hanya
berlaku untuk processor mulai dari AMD Sempron 3000+ (socket 754) dan se terusnya.
Untuk dapat memfungsikan fasilitas ini, selain mengaktifkannya pada BIOS diperlukan
driver untuk operating system dan CPU cooler yang mendukung teknologi ini. Processor:
Intel Configuration Tentu saja ada beberapa fungsi yang khusus hanya dapat d itemukan
pada BIOS untuk motherboard processor Intel. Fungsi yang akan dibahas kali ini
memang hanya berlaku untuk processor Intel jajaran tertentu. Jika processor dan
motherboard yang Anda gunakan sudah mendukung.
Inilah beberapa hal yang dapat Anda lakuk an. Hyper-Threading Tentu saja, ini bukan
istilah asing lagi. Jangan lupa mengaktifkannya, sekiranya Anda menggunakan processor
yang sudah mendukung teknologi ini. MPS Version Ctrl For OS Multi -Processor
Specification (MPS) sangat menentukan informasi yang diberikan kepada operating
system. Pilihlah versi 1.4. Kecuali jika Anda masih menggunakan operating system
lawas, seperti NT4. Terpaksa menggunakan pilihan 1.2. CPU Thermal -Throtling Fungsi
ini akan mengamankan processor dari overheating. Selain meminima lkan panas yang
dihasilkan, fungsi ini juga sedikit banyak akan memperpanjang umur processor Anda.
Thermal Management Biasanya dapat Anda temukan pada Advanced BIOS FeatureCPU
Feature. Istilah ini menggantikan penggunaan istilah CPU Thermal -Throtling. Fungsinya
sama, dengan melakukan perlambatan. Perintah TM1 digunakan mulai pada era Intel
Pentium III. Fungsi ini juga dikenal dengan nama Intel SpeedStep.
Pada jajaran processor terbarunya dengan teknologi Intel Extended Memory 64
Technology (Intel EM64T), Enhanced Intel SpeedStep juga dapat menurunkan kecepatan
saat idle. Selain mengurangi panas yang dihasilkan, ini juga menurunkan tingkat noise
yang dihasilkan HSF processor. Dijanjikan penurunan kinerjanya tidak akan sedrastis
TM1. Beberapa motherboard membe rikan keleluasaan lebih untuk mengaturnya. Anda
dapat mendefinisikan nilai TM2 Bus VID, sesuai dengan tegangan (volt) yang
ditentukan. Juga nilai TM2 Bus Ratio, untuk menentukan clock ratio. Sayangnya untuk
TM2 Bus Ratio ini, diperlukan processor dengan mu ltiplier yang tidak ter-lock. VGA:
VGA Tuning Peralihan slot Video Graphics Adapter (VGA) dari Accelerated Graphics
Port (AGP) menjadi PCI Express x16 memang memberikan bandwidth jauh lebih besar.
Dibandingkan dengan AGP 8x dengan bandwidth maksimal 2,1GB/ s, sedangkan PCI
Express x16 dapat menawarkan bandwidth mencapai 4 GB/s. Perubahan ini juga terjadi
pada fungsi yang tersedia pada BIOS. Beberapa fungsi setting untuk PCI -Ex x16
sebetulnya bisa dianalogikan dengan fungsi pada AGP. AGP Frequency dan PCI -Ex
Frequency Secara default, fungsi ini ada pada nilai auto. Jika nilai default untuk AGP
pada 66 MHz, maka untuk PCI-Ex bekerja pada 100 MHz. Jika Anda termasuk pelaku
overcolcking, perlu penyesuaian tersendiri untuk menentukan nilai saat menaikan
kecepatan bus VGA ini. AGP Transfer Mode Mungkin Anda masih ingat, awal kali
pertama slot AGP muncul. AGP transfer mode terus berkembang mulai dari 1x, 2x, 4x,
dan 8x.
Untuk interface VGA PCI Express x16, fungsi yang serupa ini tidak tersedia. PEG Link
Mode PEG (PCI Express Graphics) Link Mode adalah fungsi baru yang tersedia pada
beberapa BIOS. Tergantung pada produsen motherboard, karena menurut pengalaman
kami fungsi ini tidak tersedia pada semua motherboard dengan slot PCI -Express x16.
Sebetulnya belum ada penjelasan yang pasti untuk fungsi ini. Pilihan yang tersedia adalah
Auto, Slow, Normal, Fast, dan Faster. Dan pada beberapa kasus, ini akan mengubah
kecepatan kerja VGA. Baik core clock maupun memory clock. Jika Anda memiliki waktu
selang, cobalah fungsi ini un tuk mendapatkan kinerja VGA yang lebih baik. AGP
Aperture Size dan PEG Buffer Length Keduanya memiliki fungsi yang dapat dibilang
sama. AGP Aperture Size secara spesifik berfungsi untuk menentukan jumlah RAM yang
dialokasikan untuk AGP. Sedangkan PEG Buffe r Length hanya memberikan tiga pilihan:
Auto, Short, dan Long. Gunakan pilihan Long, jika penggunaan PC Anda
membutuhkannya dan Anda memiliki RAM yang berlimpah. Boot: Quick Boot
Meskipun pembahasan sejenis juga sudah tersedia pada artikel terdahulu.
Seperti bagaimana cara mengatur boot sequence. Saran kami tetap sama. Pilihlah boot
sequence yang benar-benar diperlukan dalam penggunaan sehari -hari.
Apalagi jika BIOS motherboard Anda juga sudah menyediakan sebuah boot menu
khusus. Ini akan memudahkan Anda s esekali mengubah boot sequence, tanpa perlu
berbelit-belit masuk ke BIOS. Selain itu, masih banyak yang bisa dilakukan dengan
mudah untuk mempercepat proses booting PC Anda. Di sini akan dijelaskan, setting
BIOS apa saja yang dapat dilakukan untuk melakuka n hal ini. Tinggalkan Floppy Disk
Mematikan fungsi Boot Up Floppy Seek adalah salah satunya. Sekaligus tidak
menyertakan Floppy Drive sebagai salah satu bagian boot sequence. Apalagi mengingat
makin jarangnya Anda melakukan booting dengan disket. Keduanya harus dilakukan,
agar tujuan percepatan waktu booting tercapai. Optimalkan Fungsi Anda menggunakan
motherboard yang sudah mendukung konfigurasi harddisk RAID, atau malah interface
SATA RAID. Tidak ada yang buruk dengan hal ini. Namun, misalnya Anda masih
mengandalkan perangkat dengan interface parallel ATA, dan tanpa memanfaatkan fungsi
RAID atau SATA yang tersedia. Maka, mengaktifkan fungsi -fungsi tersebut hanya akan
memperlambat proses booting. Jika Anda perhatikan, saat mengaktifkan fungsi RAID.
Setelah proses POST selesai dilakukan, terlihat fungsi serupa yang berjalan. Ini adalah
proses BIOS dari RAID controller yang berjalan. Mematikan fungsi ini akan menghemat
waktu booting tidak kurang dari 2 detik. Tergantung pada waktu delay untuk deteksi
harddisk dengan interface yang bersangkutan. Toh sekiranya Anda ingin
memanfaatkannya, yang diperlukan adalah mengubah nilai dalam menu Integrated
Peripherals pada IDE/SATA RAID function. Ataupun sekaligus mematikan fungsi
Silicon SATA Controller, yang sama sekali belum berguna sekiranya Anda belum
menggunakan interface ini. Harddisk: Setting IDE Sequence Mungkin sebagian besar
dari Anda akan segera bertanya, apa susahnya mengatur hal yang satu ini? Memang
relatif mudah, namun tidak demikian dengan bertambahnya inte rface untuk harddisk pada
motherboard terbaru, yang dilengkapi dengan interface SATA, ataupun PATA. Tidak
seperti pada motherboard terdahulu, yang hanya menyediakan pilihan konektor PATA
untuk IDE drive. Secara default, harddisk yang terpasang pada konekto r IDE Primary
Master, akan menjadi urutan pertama proses boot. Dengan tersedianya interface SATA,
maka pilihan setting untuk IDE ini sedikit lebih rumit. Namun setidaknya, Anda
diberikan kebebasan untuk menentukan sesuai dengan penggunaan.
Hal ini dapat dilihat, jika Anda masuk ke dalam menu OnChip IDE Device. Biasanya
dapat Anda temukan pada Integrated Peripherals. Di dalam menu ini, terdapat berbagai
pilihan, untuk menentukan urutan sequence IDE, berdasarkan konektor yang digunakan.
Perlu diperhatikan di sini adalah konfigurasi SATA yang didefinisikan di menu BIOS ini.
SATA Mode Menentukan mode aktif untuk on -chip Serial ATA. IDE: menjadikan on -
chip Serial ATA sebagai IDE mode. RAID: Serial ATA bekerja dalam RAID mode.
AHCI (Advanced Host Controller Interf ace): Serial ATA menjadi AHCI mode, untuk
meningkatkan kegunaan dan performanya. On -Chip Serial ATA Menentukan fungsi on -
chip Serial ATA. Disabled: men-disable-kan fungsi Serial ATA controller. Auto: BIOS
yang akan mengatur secara otomatis fungsi ini. Comb ined Mode: menggabungkan fungsi
PATA dan SATA (total jumlah maksimal 4 IDE drive). Enhanced Mode: enable
keduanya, baik Parallel ATA dan Serial ATA (total jumlah maksimal 6 IDE drive).
SATA Only: SATA beroperasi pada legacy mode. PATA IDE Mode Secara khusu s,
mengatur mode untuk konektor IDE1. Primary: “IDE1” connector bertugas sebagai
Primary Master dan Primary Slave channel (layaknya motherboard terdahulu).
Secondary: “IDE1” connector bertugas sebagai Secondary Master dan Secondary Slave
channel. Processor: Dynamic OC Kebanyakan produsen motherboard terkemuka
menyertakan fungsi ini.
Tentu saja dengan penamaan yang sedikit berbeda. Namun sebagian besar memiliki
banyak kesamaan, yaitu dengan tersedia profile setting overclocking, untuk memudahkan
penggunaannya. Bahkan beberapa juga menyertakan fungsi overclocking otomatis,
menyesuaikan dengan beban kerja sistem secara otomatis. Bahkan tanpa memerlukan
campur tangan dari penggunanya. Apalah Arti Sebuah Nama Seperti yang sudah
disampaikan sebelumnya, fungsi yang semacam ini memiliki nama yang berbeda -beda.
Pada ASUS, dikenal dengan nama ASUS AI NOS (Non -delay Overclocking System).
ABIT menyebutnya dengan OC Guru - AutoDrive. Gigabyte punya fitur yang disebut
C.I.A.(CPU Intelligent Accelerator), yang sekarang suda h pada generasi kedua. MSI
memiliki CoreCenter, yang memiliki fungsi sejenis. Letaknya pada menu BIOS pun juga
beragam.
Ada yang langsung tersedia pada menu utama BIOS. Ada juga yang diperlukan sedikit
penjelajahan di dalam menu BIOS, sebelum Anda dapat be rhasil sampai ke menu ini.
Profile Beberapa di antaranya juga menyertakan pilihan profile overclocking yang akan
digunakan. Ini akan menyesuaikan overclocking otomatis yang akan digunakan. Pesan
kami, sesuaikan dengan kemampuan perangkat pendukung lainnya yang digunakan pada
sistem. Utamakan Kestablian Dan cara yang paling tepat adalah menggunakan metoda
trial dan error. Dikarenakan keragaman komponen pada PC. Jika pada setting
sebelumnya, sistem Anda masih menunjukkan ketidakstabilan, ada baiknya menurunka n
ke step di bawahnya. Dan jika semua profile sudah Anda coba, namun tingkat kestabilan
sistem masih menyedihkan, maka Anda terpaksa memilih fungsi ini pada pilihan disable.
Sebab, secepat apapun performa sistem Anda tidak akan banyak gunanya jika tidak
disertai dengan tingkat kestabilan yang bisa diandalkan. Tentu Anda tidak menginginkan,
sistem yang sering crash.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA BIOS
Tanpa disadari, BIOS adalah bagian yang juga penting dalam sistem PC Anda. Tanpa
semua fungsi pada BIOS yang terl ewati dengan sempurna, maka sistem Anda tidak akan
bekerja dengan optimal. Bahkan pada beberapa kondisi, BIOS yang ngambek, dapat
membuat PC Anda tidak berfungsi. Semisal, saat mencoba melakukan overclocking yang
berakhir dengan kegagalan ataupun kesalahan konfigurasi CPU. Sistem akan menyala,
namun tanpa proses yang dapat berjalan.
Solusi :
1. Jika masih memungkinkan untuk masuk menu BIOS, yang perlu dilakukan sederhana.
Pilihlah menu Load System Default Settings atau Load Fail -Safe Default, atau yang
sejenis. Ini akan mengembalikan preset atau profile BIOS dengan setting default, yang
akan memastikan sistem dapat bekerja. Perlu diingat, ini tidaklah optimal. Analoginya
bagaikan sebuah operating system yang bekerja pada safe mode.
2. Langkah berikut tidak berlaku untuk semua motherboard. Terlebih motherboad yang
telah berumur lebih dari lima tahun. Beberapa produsen motherboard, khususnya untuk
seri premium, memberikan fasilitas khusus untuk hal semacam ini. Sebagai contoh,
produsen yang memiliki fitur semac am ini adalah ASUS dengan CPR (CPU Parameter
Recall), DFI dengan CMOS Reloaded atau seperti Gigabyte yang menyediakan Dual
BIOS. Fitur semacam ini akan terasa memudahkan pemiliknya, saat berhadapan dengan
masalah semacam ini. Cara penggunaan detail, dapat Anda lihat kembali pada buku
manual yang tersedia di paket penjualan.
3. Jika langkah-langkah termudah di atas belum dapat membantu mengembalikan fungsi
BIOS, maka langkah selanjutnya sedikit lebih merepotkan.
Clear CMOS adalah langkah selanjutnya yang per lu dilakukan. Untuk melakukan hal ini,
terpaksa membuka PC case agar dapat mengakses motherboard. Beberapa motherboard
menyediakan jumper untuk clear CMOS. Letak jumper ini, dapat ditemukan pada manual
motherboard. Ada juga yang menggunakan cara melepaskan baterai CMOS. Karena
memang tidak tersedianya jumper Clear CMOS, meski Anda sudah mencari -cari jumper
clear CMOS. Sedikit lebih mudah bagi pengguna motherboard ABIT yang memiliki Guru
Game Panel. Pada panel tambahan ini tersedia CMOS Reset Button. Anda da pat dengan
mudah melakukan Clear CMOS, tanpa perlu membuka PC case. Modding BIOS
Modding dapat dilakukan tidak hanya pada PC case. Bahkan pada BIOS pun, modding
juga dapat dilakukan. Mulai dari yang sederhana. Seperti mengganti logo boot screen,
atau sekadar mengganti logo EPA (Environmental Protection Agency) Pollution
Preventer.Sampai yang mungkin selama ini tidak terpikirkan. Seperti mengganti nama
field menu pada BIOS, ataupun membuka menu yang tersembunyi pada BIOS.
Peringatan: sebaiknya lakukan backup BIOS, sebelum melakukan modding BIOS.
Pastikan Anda sudah mengetahui segala risiko dan cara penanggulangannya. Risiko dan
gangguan sistem mungkin saja terjadi. Modding File BIOS Perlu diperhatikan, proses
edit untuk modding BIOS hanya dapat dilakukan pada file BIOS. Bukan langsung pada
BIOS yang sedang berjalan. Jadi, sekiranya Anda ingin melakukan modding BIOS,
dibutuhkan BIOS yang masih berupa file. Bisa didapatkan dengan cara men -download
pada situs produsen (biasanya terdapat pada link pilihan support, download update
BIOS).Atau Anda juga dapat menyimpan file BIOS ke dalam bentuk file
(biasanya berupa file berekstensi BIN). Proses ini dapat dilakukan dengan mem -back-up
BIOS ke dalam file. Aplikasi semacam ini banyak tersedia dalam kebanyakan paket
penjualan motherboard. Beberapa program flash untuk update BIOS dimanfaatkan untuk
menyimpan BIOS menjadi file. Misalnya menggunakan Award Flash (Awdflash).
Setelah BIOS tersimpan dalm bentuk file, baru proses modding dapat dilakukan. Untuk
menggunakan BIOS yang sudah ter-modding, perlu dilakukan proses sebaliknya. Flash
BIOS dengan file BIOS yang sudah ter -modding.
EPACoder Aplikasi ini dikhususkan untuk mengganti logo EPA saja, tidak lebih dari itu.
Anda dapat melakukan convert dari file BMP, dengan kedalama n warna maksimal 4 bit
(16 warna atau monochrome).Sebaiknya ukuran gambar yang digunakan beresolusi
kisaran 136×84 pixel. Fungsi semacam ini juga disediakan oleh beberapa produsen
motherboard.Namun kebanyakan hanya dikhususkan untuk mengganti logo boot scr een
pada BIOS. Award BIOS Editor Untuk sementara, aplikasi Award BIOS Editor ini lah
yang memiliki kemampuan modding BIOS paling lengkap. Tentu saja aplikasi yang satu
ini juga tidak disediakan oleh Award sendiri. Jadi, penggunaannya benar -benar di luar
tanggung jawab para pemrogram BIOS. Sebetulnya, banyak yang dapat dilakukan oleh
aplikasi ini sendiri. Bahkan Anda dapat mengedit menumenu pada BIOS. Termasuk nilai
default yang disediakan. Pada tree dalam Recognized Items, tersedia System BIOS. Jika
Anda pindah ke tab Setup Menu, maka akan terlihat tampilan menu dari masing -masing
halaman.Pada tab BIOS ID/Versions, Anda juga dapat melihat dan mengganti info
tambahan yang tersedia pada BIOS. Layaknya sebuah system tool yang banyak tersedia
untuk operating system Windows. Sayangnya, aplikasi ini tidak dilengkapi dengan
manual yang terdokumentasi dengan baik. Juga aplikasi ini tidak kompatibel dengan
seluruh BIOS.Namun bagi Anda yang beruntung memiliki BIOS yang kompatibel
dengan aplikasi ini, kami ucapkan selamat memodifikasi BIOS Anda.
FAQ Yang Harus Diketahui Seputar BIOS Berikut ini adalah 5 hal penting yang perlu
diketahui seputar BIOS. Kemungkinan sebagian besar dari Anda tidak akan mengalami
hal ini.Hanya saja untuk berjaga -jaga, sekiranya di antara hal b erikut ini terjadi dengan
PC, Anda telah mengetahui apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan.
1. Clear CMOS Saat Instalasi Motherboard Baru. Pertanyaan: Perlukah melakukan clear
CMOS, sebelum menginstalasi motherboard baru? Jawab: Walaupun dalam banya k
kasus, hal ini sama sekali tidak perlu dilakukan. Namun, hal ini sangat direkomendasikan
untuk dilakukan sebelum menginstalasi komponen pada sebuah motherboard baru. Untuk
menjaga kompatibilitas komponen hardware yang akan diinstal dengan motherboard.
Sebab ada kemungkinan, komponen hardware yang digunakan pada masa pengujian QA
(Quality Assurance), menggunakan komponen yang berbeda. Masalah inkompatibilitas
dapat saja terjadi, terutama pada setting CPU dan beberapa komponen pendukung
lainnya.
2. Proses Tidak Sempurna pada Saat Update BIOS. Pertanyaan: Apa yang harus
dilakukan, sekiranya saat dilakukan update BIOS tiba -tiba sistem crash ataupun listrik
padam? Jawab: Inilah yang paling ditakutkan selama proses melakukan update BIOS.
Musibah memang bisa terjadi di mana dan kapan saja. Yang harus dilakukan jika hal ini
terjadi adalah sebagai berikut. Lakukan secepatnya clear CMOS. Sekiranya sistem hang,
sebelum mematikan ataupun melakukan reset, pindahkan jumper ke posisi clear CMOS.
Tindakan ini semacam proses undo pada beberapa aplikasi. Dengan harapan, EEPROM
pada BIOS akan kembali ke BIOS semula. Kecuali motherboard Anda dilengkapi dengan
BIOS back-up. Anda dapat dengan mudah melakukan restore BIOS utama.
Mengandalkan BIOS backup yang tersedia pada motherbo ard Anda.
3. PC Gagal Melakukan Proses Booting. Pertanyaan: Sesekali sistem mengalami gagal
boot, setelah sistem dimatikan secara keseluruhan (cabut kabel AC, switch off pada
PSU). Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? Jawab: Sebaiknya, jika PC
direncanakan tidak akan digunakan dalam waktu lama, maka catuan power AC ke PC
dicabut. Atau minimal switch PSU di dalam posisi off. Namun setelah itu, PC mengalami
gagal boot. Ini terjadi karena belum meratanya catuan daya ke seluruh komponen PC.
Termasuk BIOS. Ini yang menyebabkan proses boot gagal dilakukan dengan sempurna.
Gejalanya adalah, PC menyala, namun tidak melanjutkan proses boot, bahkan tanpa
terdengar bunyi POST code. Yang perlu dilakukan sederhana. Beri interval waktu,
setelah melakukan sambungan ulang power AC (kurang lebih 30 detik). Ini untuk
memastikan PSU sudah beroperasi dengan optimal. Memastikan tegangan listrik juga
dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Demikian juga dengan pemilihan PSU yang
lebih berkualitas pada PC Anda.
4. Perlukah Update BIOS? Pertanyaan: Pada situs resmi produsen motherboard yang
digunakan, tersedia update BIOS. Perlukah melakukan update dengan BIOS versi
terbaru? Jawab: Alasan yang paling tepat untuk munculnya kebutuhan update BIOS
adalah saat menambahkan kompati bilitas untuk sebuah komponen yang terpasang.
Seperti harddisk ukuran 200 GB, CPU terbaru yang sering membutuhkan update BIOS
untuk dapat berjalan dengan sempurna. Juga tidak disarankan, untuk melakukan update
BIOS dengan alasan memperbaiki salah satu soft ware bug dari BIOS. Hal ini sangat
jarang terjadi. Kecuali dinyatakan secara khusus. Atau, dalam versi BIOS yang
digunakan, terdapat banyak bug yang mengganggu. Update BIOS dengan alasan selain
itu, memang tidak ada salahnya. Namun kemungkinan besar, itu h anya akan membuang
waktu saja.
5. Setting BIOS Tidak Tersimpan pada CMOS. Pertanyaan: Mengapa CMOS tidak
menyimpan setting BIOS? Jawab: Ada dua kemungkinan. Perhatikan POST yang
diberikan saat booting. Jika pesan yang diberikan semacam ini “CMOS checksum
invalid” atau “Invalid configuration, run Setup”, penjelasannya sangatlah sederhana.
CMOS tidak dapat menyimpan setting BIOS, dikarenakan kurangnya daya dari baterai
CMOS. Jadi, yang perlu dilakukan, hanyalah mengganti baterai CMOS dengan yang
baru. Kebanyakan bertipe CR2032. Dan baterai ini relatif mudah didapatkan, tidak hanya
tersedia pada toko komputer. Kemungkinan kedua, terjadi karena kesalahan setting.
Beberapa motherboard menyediakan jumper clear password (CLR_PWD), yang
dapatmenyebabkan setting BIOS tidak dapat tersimpan. Untuk detail yang satu ini, ada
baiknya untuk terpaksa membukabuka buku manual motherboard Anda. - B. Setyo
Ryanto
Cara Meng-upgrade BIOS
BIOS (Basic Inp u t/Out p u t Syste m) secara sederhana me ru pakan
sebuah syste m di dala m Chip Mo t he r b oar d yang be r t u gas me n genali
dan me nyiapkan peran gka t keras/hard wa re ko m p u t e r saat PC
d in yalakan, seper t i Hardisk, Processor, Flop p y Disk, Me m o r y, DVD
Rom dan lainnya. Jika se mua beres maka Siste m Operasi (sepe r t i
w i n d o ws,Linux) baru m ulai dijalankan
Jika komputer berjalan lancar atau tidak mengalami masalah, memang tidak perlu untuk
melakukan upgrade (memperbarui) BIOS di komputer kita. Karena memang sangat
beresiko bagi yang belum terbiasa, jika kurang hati -hati komputer malah tidak bisa
dioperasikan lagi ;). Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan B IOS harus diupgrade,
misalnya :
Ketika komputer dinyalakan, tiba -tiba berhenti sebelum masuk sistem operasi. Tetapi
sebaiknya :
 Komputer sudah cukup lama, dan kita memasang hardware baru yang tidak
terdeteksi dengan baik, misalnya kita ganti Processor baru. Karena sering BIOS
belum mengenali processor tersebut.
 BIOS rusak, baik ditunjukkan dengan adanya pesan ataupun tidak. Misalnya
invalid BIOS, BIOS corrupted dsb.
 BIOS gagal mendeteksi hardware, sepert i hardiks, CD-ROM, VGA dan lainnya
 Ingin [sedikit] lebih mengoptimalkan kinerja komputer (hardware)
 Adanya recomendasi dari vendor Motherboard
Jika BIOS di komputer rusak, maka otomatis tidak bisa menjalankan Sistem operasi
seperti Windows Xp misalnya. Beb erapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan BIOS
misalnya :
 Mematikan komputer tanpa shutdown, atau listrik tiba -tiba mati (tanpa UPS)
 Terkena Virus
 Kesalahan meng-upgrade BIOS. Misalnya komputer mati ketika proses upgrade,
BIOS tidak cocok dengan jenis moth erboard dll.
Cara Meng-upgrade BIOS Komputer
Untuk meng-upgrade BIOS, diperlukan 2 file, pertama file BIOS itu sendiri dan Flash
Memory Writer utility, yaitu software untuk mengupgrade (flash) BIOS, misalnya
AFLASH.EXE, AWD816a.EXE dan lainnya. File BIO S biasanya dengan ekstensi 001,
BIN atau lainnya, sengan ukuran kurang dari 512 KB. Kebanyakan Untuk mengupgrade
BIOS harus dilakukan melalui DOS atau MS -DOS, meski saat ini juga sudah banyak
vendor yang menyediakan software yang berbasis Windows.
Yang perlu diperhatikan adalah mencari file BIOS dan Flash Writer yang tepat, karena
jika tidak sesuai, komputer kemungkinan bakalan tidak bisa hidup lagi. Tetapi jika tipe
sudah tepat, maka kemungkinan selalu berhasil, kecuali mati listrik atau komputer mati
ketika flash BIOS sedang berjalan. Pada umumnya flash BIOS hanya berlangsung
beberapa detik saja. Kurang dari 30 detik. Untuk melakukan flash BIOS, setelah masuk
ke DOS, ketikkan nama Flash Writer, misalnya untuk AWD816a.EXE .
Maka biasanya ada keterangan cara pemakaiannya. Ikuti perintah yang ada, pastikan juga
untuk membackup BIOS yang lama, dapat dilakukan dengan file flash writer itu juga.
Keterangan yang ditampilkan mungkin berbeda -beda. Jika masih ragu, sebaiknya
ditanyakan kepada yang lebih tahu. Atau bis a juga dibaca di buku petunjuk motherboard.
Cara menentukan Tipe Motherboard
Ada beberapa cara menentukan tipe Motherboard yang dimiliki, antara lain :
 Melihat buku petunjuk yang disertakan ketika membeli Motherboard
 Melihat Tampilan awal ketika komputer m enyala, biasanya ditampilkan seri atau
tipe motherboard
 Melihat langsung motherboard (membuka casing komputer), disana biasanya
ditulis merk Motherboard dan tipenya.
Download BIOS dan Flash Utility
Jika motherboard kita termasuk populer, maka vendor biasa nya telah menyediakan
download BIOS dan Flash Utility-nya, seperti MSI, Gigabyte dan sejenisnya. Berikut
beberapa link untuk download BIOS maupun driver motherboard yang bisa dijadikan
referensi :
 ASUS Motherboard
 ECS web Site
 GIGABYTE Motherboard
 Micro Star International (MSI) Motherboard
 DriverStock Tempat download berbagai driver
Jika Motherboard anda tidak memiliki web site resmi untuk download driver, bisa dicoba
mencari melalui www.google.com, dengan mengetikkan tipe motherboard diikuti kata
seperti BIOS, download BIOS dan sejenisnya. Misalnya “BIOS P4VP -MX” atau
“Download BIOS P4VP-MX”.
Ada 2 cara untuk meng-update BIOS:
1. Melalui DOS
2. Lewat Windows
Masukan tipe motherboard, seri -nya socket775 dan modelnya adalah P5KPL.
Setelah itu anda pilih Operating System yang anda gunakan.
Ada beberapa file yang musti anda download, yaitu:
1. BIOS (contoh kasus menggunakan P5KPL 0703 BIOS/terbaru), Klik tanda plusnya
pada BIOS history dan download
2. Afudos BIOS update tool V2.36 (Klik tanda centang pa da BIOS-Utilities dan
download file terbarunya). Tools ini digunakan untuk meng -update lewat DOS.
3. ASUS Update V7.14.02 Install Program for Windows XP/Vista and Windows 64bit
XP/Vista. Terdapat di Utilities (Klik tanda centang dan download file tsb).
Cara Update :
1. Melalui DOS.
Hal-hal yang harus disiapkan adalah Floppy Disk yang kosong dan terutama Floppy
Drive-nya. Copy Afudos BIOS update tool V2.36 dan BIOS terbarunya (P5KPL 0703
BIOS/apabila masih di zip, unziplah terlebih dahulu) ke dalam Fl oppy disk). masukan
floppy disk kedalam floppy drive dan Restart komputer. Pastikan untuk pertama adalah
floppy disk duluan. Boot sistem dengan DOS mode.
Ketik : A:/>afudos /i[nama file BIOS anda yang didownload tadi.rom]
Dan tunggu beberapa saat, BIOS di update dan dilarang mematikan komputer saat
updating sedang berjalan. Setelah seleasai komputer akan me -restart. Selesai
2. Update lewat Windows
Install file ASUS Update V7.14.02 Install Program for Windows XP/Vista and Windows
64bit XP/Vista yang telah anda download tadi. Buka program tsb melalui
Start>Programs>ASUS>ASUSUpdate>ASUSUpdat...
Ada beberapa pilihan disini. pilih>Update BIOS from a file>Next.
Open>Lokasikan tempat file BIOS terbaru yang didownload tadi>Save
Ikuti petunjuk sampai update selesai.
Agar update lancar, pastikan tidak ada program atau aplikasi yang berjalan selama update
sedang berlangsung.
Daftar Pustaka
www.ilmu komputer.com.google.com/p/bios
Filename: In_CD_Trouble_Shotting_new
Directory:
E:\DraftBuku2k9\PengantarHardware_2k10\BahanAjarhardware2k
10
Template:
C:\Users\Jack_2k9\AppData\Roaming\Microsoft\Templates\Norm
al.dotm
Title: KATA PENGANTAR
Subject:
Author: CityNet
Keywords:
Comments:
Creation Date: 3/4/2010 7:31:00 PM
Change Number: 2
Last Saved On: 3/4/2010 7:31:00 PM
Last Saved By: Jack_2k9
Total Editing Time: 7 Minutes
Last Printed On: 3/4/2010 7:31:00 PM
As of Last Complete Printing
Number of Pages: 21
Number of Words: 8.284 (approx.)
Number of Characters: 47.223 (approx.)